Kemenparekrafakan menghitung jejak karbon wisatawan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, nantinya wisatawan dapat menghitung jejak karbon yang dihasilkan dari sebuah perjalanan wisata. Cara itu untuk mencegah krisis iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
MenurutWHO , jejak karbon adalah ukuran dampak aktivitas kita terhadap jumlah karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar fosil dan dinyatakan sebagai berat emisi CO2 yang dihasilkan dalam ton. Jejak karbon biasanya diukur selama periode satu tahun, dan mereka dapat dikaitkan dengan individu, organisasi, produk, atau
Studitentang cara mendesain sebuah kota yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan dengan melakukan analisa terhadap jejak karbon yang dihasilkan dari sebuah program Pemerintah Kota. Dengan mengetahui besaran jejak karbon serta sumber penyumbang terhadap jejak karbon maka dapat dilakukan upaya-upaya dan
CaraKurangi Jejak Karbon Saat Streaming Video dan Main Game. Kegiatan streaming video dan bermain game dengan definisi tinggi dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan tergantung
. Banyak aktivitas harian yang kita lakukan ternyata berdampak buruk bagi lingkungan. Sayangnya, kita juga sering lupa akan hal tersebut. Polusi kendaraan maupun pabrik, konsumsi listrik, dan berbagai aktivitas lainnya menghasilkan karbon yang memicu terjadinya pemanasan global. Salah satu upaya guna menekan emisi karbon adalah dengan mengetahui jumlah yang dikeluarkan dan melakukan carbon offsetting sebagai upaya penggantiannya. Kalkulator jejak karbon adalah alat yang bisa digunakan untuk hal tersebut. Nah, berikut penjelasan mengenai apa itu kalkulator jejak karbon dan bagaimana cara kerjannya! Kamu pernah ngebayangin enggak kalau karbon-karbon yang ada di bumi ternyata bisa dihitung loh! Dengan menggunakan kalkulator karbon, kamu bisa menghitung berapa jumlah karbon yang dihasilkan dari berbagai aktivitas yang dilakukan. Mulai dari penggunaan laptop dan gadget sampai kendaraan semua bisa dihitung besaran emisi karbonnya. Well, kalau kamu masih penasaran dengan bentuk kalkulator karbon, jangan bayangin kaya kalkulator pada umumnya ya! Carbon calculator biasanya berbentuk software yang mana penggunanya hanya perlu memasukkan data jumlah konsumsi aktivitas yang dilakukan. Misalkan nih, kamu mau ngitung jumlah emisi karbon dari pendingin ruangan atau AC. Nantinya, kamu hanya perlu memasukkan jumlah satuan dan lama penggunaannya dalam jam/hari. Nah, kalau udah keluar jumlah emisi karbon yang dihasilkan, kamu bisa tahu tuh berapa jumlah pohon yang harus kamu tanam guna menebusnya. Pokoknya, cara pakainya gampang, kamu hanya perlu masukkin angka-angka sama datanya, dan yang paling penting langkah-langkahnya mudah dan cepat. Sat set sat set langsung bisa kehitung deh berapa emisi karbon yang kamu hasilkan. Harapannya kalkulator jejak karbon bisa menjadi salah satu cara untuk memupuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan atas dampak buruk yang dihasilkan. Baca juga Apa Itu Karbon Pengertian, Contoh, Fungsi, dan Bahaya yang Harus Kamu Ketahui Infografis kalkulator jejak karbon oleh LindungiHutan. Manfaat Menggunakan Carbon Calculator? Ngapain sih ngitungin jejak karbon? Buat apa juga orang enggak ngaruh ke kehidupan gue? Eitss, tunggu dulu, kata siapa enggak ngaruh? Suhu bumi yang makin panas, kutub es mencair, kebakaran hutan, kekeringan, memangnya itu semua dari mana? Ya jelas dari pemanasan global dong! Sementara itu, pemanasan global disebabkan oleh gas efek rumah kaca yang kerap kali dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Makanya, kalkulator jejak karbon tuh penting buat menghitung berapa jejak karbon yang kita hasilkan. Tujuannya, biar kita sadar kalau beberapa aktivitas yang dilakukan ternyata lama-kelamaan bisa berdampak buruk bagi bumi. Dengan kalkulator jejak karbon kita juga bisa melakukan skema carbon offset atau tebus karbon. Carbon offset adalah salah satu upaya yang kita lakukan untuk “mengganti” jejak karbon yang dihasilkan dengan “menyerapnya”. Setelah mengetahui berapa besaran jejak karbon yang dihasilkan, kita perlu menebusnya bukan? Hanya saja, manusia tidak dapat menyerap jejak karbon. Oleh sebab itu, kita memanfaatkan kemampuan pohon dan organisme tertentu yang menggunakan karbon sebagai salah satu bahan fotosintesis. At the end, aku, kamu, dan kita semua bisa sama-sama mengatasi krisis iklim dan mewujudkan bumi yang sehat kembali! Cara Kerja Kalkulator Emisi Karbon Umumnya, menghitung emisi menggunakan kalkulator jejak karbon membutuhkan dua data utama yaitu data aktivitas dan faktor emisi. Nantinya, data dari aktivitas tersebut akan dikalikan dengan faktor emisi setiap kategorinya. Cari tau yuk, apa sih faktor emisi itu? Faktor emisi adalah suatu koefisien yang menunjukkan banyaknya emisi per unit aktivitas Kementerian ESDM 2020. Faktor emisi juga dibagi menjadi menjadi 3 tingkat tier yaitu tier 1, tier 2, dan tier 3. Faktor emisi tier 1 merupakan faktor emisi yang berlaku di semua negara dan sudah menjadi ketetapan internasional. Faktor emisi tier 2 merupakan faktor emisi dari sebuah negara yang spesifik. Sedangkan faktor emisi tier 3 merupakan faktor emisi dari sebuah pabrik di suatu negara. Berdasarkan Peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghitung emisi karbon mengacu pada pedoman inventarisasi GRK nasional yang telah disepakati secara internasional yaitu 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories Volume 2 for Energy yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change IPCC. Baca juga 10+ Cara Mudah Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Manfaat Tebus Karbon Carbon Offset Tebus karbon atau carbon offset bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan melalukan penyeimbangan atas emisi yang sudah dikeluarkan. Upaya ini digunakan untuk memperbaiki kondisi bumi yang kian parah efek dari perubahan iklim yang sedang terjadi. Disamping itu, carbon offset memiliki manfaat antara lain Mengurangi emisi rumah kacaMeningkatkan citra bagi perusahaanMenciptakan peluang pekerjaan yang baruMemberikan dampak baik bagi lingkunganMeningkatkan inovasi ramah lingkunganMeningkatkan kepatuhan terhadap regulasi Kenalan dengan Imbangi, Kalkulator Jejak Karbon besutan LindungiHutan Tampilan kategori perhitungan kalkulator jejak karbon Imbangi. Kalau kamu mau menghitung besaran jejak karbon yang dihasilkan, LindungiHutan punya kalkulator jejak karbon namanya Imbangi. Imbangi adalah subdomain LindungiHutan yang berfokus pada perhitungan jejak karbon dari kegiatan atau aktivitas yang kamu lakukan. Imbangi mengkalkulasi faktor emisi berbagai macam aktivitas transportasi, peralatan listrik, bahan bakar dan lama penggunaan/jarak tempuh serta frekuensi penggunaan. Dengan menggunakan Imbangi, kamu juga bisa melakukan carbon offsetting sebagai upaya untuk menebus jumlah karbon yang dikeluarkan dengan cara menanam pohon. LindungiHutan menawarkan mekanisme carbon offset dengan menanam pohon di berbagai lokasi yang telah menjalin kerja sama dengan kami. Total telah terjalin kerja sama dengan mitra penghijauan di lebih dari 35 daerah se-Indonesia. Kamu bisa ikut berdonasi pohon melalui kampanye alam yang ada dan melihat laporan penanamannya di media sosial kami maupun halaman campaign yang kamu pilih. Baca juga Apa Itu Carbon Offsetting? Berikut Pengertian dan Implementasinya! 2022 Tutorial Menggunakan “Imbangi” Kalkulator Jejak Karbon dari LindungiHutan Dalam menggunakan Imbangi untuk menghitung jejak karbon dari aktivitas harian kita, caranya sangat mudah. Kamu perlu mengisi beberapa data yang dibutuhkan untuk menghitung hasilnya. Kamu bisa menggunakan smartphone atau komputer untuk mengaksesnya. Tutorial menggunakan kalkulator karbon Imbangi LindungiHutan. Berikut cara menggunakan kalkulator karbon Imbangi Buka alamat “Hitung Jejak Karbon”Setelah itu, akan ditampilkan beberapa kategori perhitungan emisi, mulai dari kendaraan, peralatan listrik, bahan bakar industri, hingga penggunaan AC pendingin ruangan. Nah, kamu bisa pilih/klik pada kategori yang kamu bisa isi seluruh data aktivitas yang diminta pada kolom-kolom yang tersedia. Kemudian, klik “Lanjut”.Hasil perhitungan jejak karbon akan muncul sesuai dengan data yang kamu isikan. Jika kamu ingin menebus emisi karbonnya, klik “Tebus Emisi Kabon” dan kamu bisa memilih dimana lokasi yang kamu terakhir, kamu akan diarahkan pada proses pembayaran dan melakukan pembayaran berdasarkan nominal yang tertera pada layar. Itulah penjelasan mengenai kalkulator jejak karbon dan hal-hal terkait dengannya. Untuk kamu yang penasaran ingin mencoba, bisa coba di sini! Setelah itu, jangan lupa share pengalamanmu ya biar makin banyak yang tahu! FAQ Apa itu kalkulator jejak karbon? Kalkulator ini berfungsi untuk menghitung berapa jumlah karbon yang dihasilkan dari berbagai aktivitas yang dilakukan. Mulai dari penggunaan laptop dan gadget sampai kendaraan semua bisa dihitung besaran emisi karbonnya. Bagaimana cara kerja carbon calculator? Cara kerja kalkulator karbon membutuhkan data emisi dan faktor emisi sesuai dengan aktivitasnya. Dengan begitu, perhitungan jejak karbon yang didapatkan. Apa manfaat kalkulator jejak karbon? Dengan kalkulator jejak karbon bisa menghitung jumlah dari emisi karbon yang kita hasilkan. Selain itu, kita bisa lakukan carbon offset atau tebus karbon untuk mengganti emisi yang telah kita keluarkan. Tahukah Kamu Jika Kita Bisa Menghitung Jejak Karbon? Berbicara tentang pohon, kita juga bisa loh menghitung jejak karbon yang dikeluarkan selama kita menjalani aktivitas sehari-hari. LindungiHutan kini memiliki kalkulator jejak karbon bernama Imbangi. Nantinya, kamu bisa menghitung jejak karbon hasil kendaraan, listrik, ataupun pendingin ruangan.
Lingkungan dan rumah hijau bisa terwujud bila didukung perilaku hijau penghuninya. Karena tanpa sadar, orang meninggalkan jejak karbon di setiap aktivitas hariannya, yang kemudian menyumbang emisi gas rumah kaca. Environment Assistant Manager Yayasan Unilever Indonesia, Sari Tobing, mengatakan perilaku manusia di dalam hunian mulai penggunaan kendaraan bermotor, pemakaian lampu, pendingin ruangan, penggunaan alat-alat ekektronik, penggunaan kertas hingga sampah organik yang dihasilkan semuanya menghasilkan emisi gas. Apabila semua masyarakat Indonesia melakukan kegiatan yang sama, semakin banyak jejak karbon yang ditinggalkan. Untuk itu,dihimbau untuk berperilaku hijau serta berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan paling sederhana, yakni rumah pribadi. Sebagai sarana mempermudah upaya itu, pihak Yayasan Unilever Indonesia bekerjasama dengan Institute for Essential Service Reform IESR membuat Kalkulator Jejak Karbon. Kalkulator ini dapat memudahkan masyarakat menghitung berapa jejak karbon yang telah ia ciptakan, serta melakukan tindakan yang dapat mengurangi emisi untuk menyelamatkan lingkungan permukiman bumi. Pada kalkulator jejak karbon ini, akan dicontohkan kegiatan sehari-hari manusia yang menghasilkan karbondioksida C02. Misalnya, penggunaan hair dryer selama satu jam akan menghasilkan 891 gram CO2, menyalakan lampu selama 24 jam akan menghasilkan 214 gram CO2, menggunakan AC selama satu jam menghasilkan 668 gram CO2, 10 jam menyalakan televisi akan menghasilkan gram CO2, menggunakan lembar kertas yang belum didaur ulang akan menghasilkan gram CO2 dan lainnya. Untuk mempermudah penghitungan total jumlah karbon yang dihasilkan setiap harinya itu, masyarakat bisa mengaksesnya melalui situs Mari….menghitung di rumah kita masing-masing!! [sumber
Pada kalkulator jejak karbon ini akan dicontohkan kegiatan sehari-hari manusia yang menghasilkan karbondioksida C02. – Lingkungan dan rumah hijau bisa terwujud bila didukung perilaku hijau penghuninya. Karena tanpa sadar, orang meninggalkan jejak karbon di setiap aktivitas hariannya, yang kemudian menyumbang emisi gas rumah kaca. Environment Assistant Manager Yayasan Unilever Indonesia, Sari Tobing, mengatakan perilaku manusia di dalam hunian mulai penggunaan kendaraan bermotor, pemakaian lampu, pendingin ruangan, penggunaan alat-alat ekektronik, penggunaan kertas hingga sampah organik yang dihasilkan semuanya menghasilkan emisi gas. “Bayangkan apabila semua masyarakat Indonesia melakukan kegiatan yang sama, berapakah jejak karbon yang ditinggalkan? Karena semakin banyak karbon akan mempengaruhi lingkungan,” katanya di acara diskusi bertema Perfect Home yang diselenggarakan PT Jaya Real Property Tbk dan PT Unilever Indonesia di Jakarta, Kamis 14/6/2012 pekan lalu. Untuk itu, Sari menyerukan ajakan untuk berperilaku hijau serta berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan paling sederhana, yakni rumah pribadi. Sebagai sarana mempermudah upaya itu, pihaknya bekerjasama dengan Institute for Essential Service Reform IESR membuat Kalkulator Jejak Karbon. “Kalkulator ini dapat memudahkan masyarakat menghitung berapa jejak karbon yang telah ia ciptakan, serta melakukan tindakan yang dapat mengurangi emisi untuk menyelamatkan lingkungan permukiman bumi kita,” ujarnya. Pada kalkulator jejak karbon ini, kata Sari, akan dicontohkan kegiatan sehari-hari manusia yang menghasilkan karbondioksida C02. Misalnya, penggunaan hair dryer selama satu jam akan menghasilkan 891 gram CO2, menyalakan lampu selama 24 jam akan menghasilkan 214 gram CO2, menggunakan AC selama satu jam menghasilkan 668 gram CO2, 10 jam menyalakan televisi akan menghasilkan gram CO2, menggunakan lembar kerta yang belum didaur ulang akan menghasilkan gram CO2 dan lainnya. Untuk mempermudah penghitungan total jumlah karbon yang dihasilkan setiap harinya itu, lanjut Sari, masyarakat bisa mengaksesnya melalui situs Sumber
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sadarkah kamu, suhu bumi yang makin panas tak lain dan tak bukan disebabkan oleh fenomena pemanasan global. Fenomena tersebut terjadi karena adanya emisi gas karbon seperti karbon dioksida hingga metana yang dihasilkan dari aktivitas total emisi karbon dari aktivitas yang dilakukan oleh kita disebut sebagai jejak karbon. Lantas, apakah kita tidak boleh meninggalkan jejak karbon? Bukannya hampir sebagian besar aktivitas yang kita lakukan pasti menghasilkan emisi karbon? Bahkan, makan sekalipun! Eits jangan panik! Faktanya, kita bisa menekan jumlah emisi yang dikeluarkan dengan menghitungnya menggunakan kalkulator karbon. Jadi, kamu bisa tahu berapa jumlah karbon yang dikeluarkan dari aktivitas yang dilakukan. Mulai dari konsumsi listrik, penggunaan kendaraan, hingga pemakaian alat elektronik. Semua bisa dihitung melalui carbon calculator. Biar makin paham dengan konteks pembahasan, mari kita simak terlebih dahulu penjelasan mengenai apa itu jejak karbon?Apa yang Dimaksud dengan Jejak Karbon?Mengutip dari laman jejak karbon atau carbon footprint adalah akumulasi jumlah gas-gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia. Baik itu secara individu, keluarga, atau kelompok manusia yang lebih besar. Mengingat, beberapa aktivitas manusia seperti pembakaran gas, minyak, dan batubara melepaskan karbon dioksida CO2 ke kamu masih belum paham dengan penjelasan di atas, intinya hal apapun yang manusia lakukan di bumi berpotensi menghasilkan gas-gas karbon yang dampaknya berbahaya bagi berikutnya adalah seberapa besar bahayanya? Well, menurut laman tingkat karbon dioksida di atmosfer telah meningkat lebih dari 40% sejak pertengahan abad ke-18. Padahal, karbon dioksida akan mengurung panas yang dipancarkan oleh matahari dan permukaan bumi. Jika kita terus menghasilkan emisi karbon apalagi dilakukan sembari membabat hutan, maka konsentrasi gas rumah kaca akan makin tinggi dan mengancam peningkatan suhu permukaan rata-rata efek kumulatifnya adalah peningkatan pengasaman laut, kenaikan permukaan laut, badai yang lebih sering dan intens, kepunahan spesies, hingga kelangkaan berusaha menakut-nakuti, hanya saja efek pemanasan global tuh nyata gaes! Faktanya, es yang mencair di Antartika itu beneran terjadi dan membuat permukaan laut naik hingga satu meter. Shut up untuk yang enggak percaya dan bilang ini semua konspirasi. Coba cek beritanya deh! 1 2 3 Lihat Nature Selengkapnya
cara menghitung jejak karbon